Zamaahsari A Ramzah

Just another WordPress.com weblog

Tanggung Jawab Pemuda dalam Zaman

Ditulis oleh Zamaahsari A. Ramzah di/pada Nopember 12, 2008

Tanggung Jawab Pemuda dalam Zaman

Oleh Zamaahsari A. Ramzah

“Perdabatan suatu bangsa akan menuai ajal bila tindakan generasi mudanya yang keterlaluan diperbolehkan berlanjut.”

(Louer)

PEMUDA mengukir sejarah manis dalam perjalanan panjang republik ini. Kiprahnya menjadi kompas perubahan. Sejak, sebelum dan sesudah bangsa ini merdeka, pemuda selalu aktif di dalamnya. Hampir tak ada satu pun proses perubahan politik di negeri ini yang absen dari keterlibatannya.

Lahirnya Boedi Oetomo 20 Mei 1908, sebagai spirit lahirnya pergerakan nasional untuk menentang praktik penindasan, ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang sekian abad lamanya dipraktikkan oleh penjajah asing terhadap bangsa pribumi, pelopornya adalah pemuda.

Pada saat itu, sekelompok pemuda yang dimotori oleh Soetomo, Guoenawan Mangoenkoesomo, dan Suryadi Suryaningrat, melakukan serangkaian pertemuan dan diskusi panjang di STOVIS untuk menyikapi secara serius nasib pribumi yang tertinggal dalam hal pendidikan, perekonomian, sosial budaya, kemiskinan dan keterbelakangan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | 2 Komentar »

Runtuhnya Rezim Neoliberalisme

Ditulis oleh Zamaahsari A. Ramzah di/pada Oktober 19, 2008

Runtuhnya Rezim Neoliberalisme

Oleh Zamaahsari A. Ramzah

Ketika terjadi Depresi Besar pada tahun 1930-an, kontraksi ekonomi dunia dan Amerika Serikat mencapai 33 persen, indek saham jatuh sebesar 80 persen, serta gangrenous di atas 20 persen dari angkatan kerja. Pada saat itu bukan saja penerapan bea masuk yang sangat luas diterapkan di berbagai negara, juga penerapan kuota dan hambatan perdagangan.

Amerika Serikat adalah negara pertama kali yang menerapkan hambatan perdagangan secara masif melalui apa yang disebut The Smoot-Hawley Tariff Act pada tahun 1930. Langkah ini diikuti oleh Kanada, Prancis, Italia, Spanyol dan Swiss. Pada tahun 1932, Inggris juga menerapkan hambatan perdagangan yang sama, yang kemudian diikuti oleh Irlandia.

Pada tahun 1937, persentase perlindungan perdagangan berupa bea masuk dan kuota serta hambatan perdagangan lainnya menjadi sangat tinggi. Di Prancis misalnya, hambatan impor itu mencapai 58 persen dari impor, Swiss sebesar 52 persen, Belanda sebesar 26 persen dan Belgia sebesar 24 persen.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | Leave a Comment »

Memaknai Kembali Kemerdekaan

Ditulis oleh Zamaahsari A. Ramzah di/pada Agustus 15, 2008

Memaknai Kembali Arti Kemerdekaan

Oleh Zamaahsari A. Ramzah

 

 

            Tanggal 17 Agustus 2008 ini, kemerdekaan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat dan mandiri dalam arti secara simbolis, memasuki usia yang ke-63. Perjuangan memerdekaan itu bukanlah perkara muda. Ada proses sejarah panjang yang mengantarkan bangsa ini menuju kemerdekaannya itu.

Selain karena faktor eksternal, yakni kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II setelah Hirosima dan Nagasaki di bom oleh Amerika Serikat tanggal 6 Agustus dan 9 Agustus 1945, juga karena faktor internal, yakni perjuangan rakyat Indonesia sendiri yang tak kenal menyerah.

Dalam buku-buku sejarah dijelaskan bagaimana heroiknya perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Persenjataan yang timpang dalam hal teknologi misalnya, tak menciutkan nyali rakyat Indonesia berjuang. Mereka bersama-sama maju di madan perang dengan satu tujuan, “merdeka”!

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Artikel | 3 Komentar »

Republik Multipartai

Ditulis oleh Zamaahsari A. Ramzah di/pada Juli 18, 2008

Republik Multipartai

Oleh: Zamaahsari A. Ramzah

 

            Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan 34 partai politik (parpol) yang berhak ikut pemilu 2009. Dari 34 parpol itu, 16 di antaranya partai-partai lama yang punya wakil di DPR sesuai UU No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD, sedangkan 18 lainnya dari parpol baru yang lolos verifikasi faktual di KPU Pusat, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota.

            Dengan ditetapkannya 34 parpol itu, nyaris tidak ada perubahan jumlah kontestan parpol dari pemilu ke pemilu di era reformasi ini. Jumlah parpol selalu di atas angka 20. Pada pemilu 1999 parpol berjumlah 48 dan pemilu 2004 berjumlah 24 parpol.

            Banyaknya parpol yang ikut kontestasi pemilu sebetulnya cukup baik. Ini menandakan bahwa demokrasi sedang berkembang. Dan mendirikan parpol merupakan bagian dari sistem demokrasi itu sendiri. Selain itu, banyaknya parpol bisa memberikan banyak alternatif bagi rakyat untuk memilih.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Editorial MEDIUM | 1 Komentar »

Tan Malaka dan Kebangkitan Nasional

Ditulis oleh Zamaahsari A. Ramzah di/pada Juli 7, 2008

100 Tahun Kebangkitan Nasional

Tan Malaka dan Kebangkitan Nasional

Kompas, Senin, 7 Juli 2008

 

ZULHASRIL NASIR

Ada satu soal yang selalu mengganjal kebanyakan orang apabila membincangkan Tan Malaka, yakni apakah dia seorang nasionalis atau komunis? Jika pertanyaan itu terjawab, sangatlah relevan menghubungkan pemikiran dan sosok Tan Malaka pada hari- hari peringatan Kebangkitan Nasional sekarang ini.

Manusia Tan Malaka adalah contoh pemimpin yang berjuang dan melahirkan gagasan bernas untuk kesejahteraan bangsa tanpa pamrih. Secara sosiologis, Tan Malaka bukanlah seorang komunis, tetapi perantau yang telah dibekali dasar keislaman yang kuat dari alam Minangkabau. Sebagai perantau berpendidikan, ia berpikir dinamis, selalu mempertanyakan dan mencari gagasan baru untuk bangsanya yang sedang dijajah. Mempertanyakan adalah melakukan kritik tentang apa saja di luar logika dan kepatutan, dan karena itu pula Tan Malaka sangat percaya kepada kekuatan dialektika berpikir persoalan kemasyarakatan dapat dipecahkan dengan baik.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita & Feature | Leave a Comment »

Kembali Ke Puncak

Ditulis oleh Zamaahsari A. Ramzah di/pada Juli 7, 2008

[Jawa Pos, Senin, 07 Juli 2008 ]

Hamilton Menang Satu Menit di Inggris

 

SILVERSTONE – Lewis Hamilton punya beban besar menjelang Grand Prix Inggris. Dia telah menjalani dua lomba buruk di Kanada dan Prancis, membuat berbagai kesalahan dan gagal meraih satu pun poin. Penggemarnya mulai meragukan, media mulai menghujat.

Di Sirkuit Silverstone kemarin, bintang McLaren-Mercedes itu berhasil membalik situasi. Di bawah guyuran hujan, dia mendominasi GP Inggris. Saking dominannya, Hamilton menang lebih dari satu menit di depan Nick Heidfeld, pembalap BMW-Sauber yang finis kedua. Saking dominannya, Hamilton meng-overlap hampir semua pembalap. Hanya Heidfeld dan Rubens Barrichello, pengemudi Honda di urutan ketiga, yang tidak di-overlap pembalap 23 tahun tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Olahraga | Leave a Comment »

Rencana AS Serang Iran

Ditulis oleh Zamaahsari A. Ramzah di/pada Juli 6, 2008

Serangan ke Iran

KOMPAS, Minggu, 6 Juli 2008

Arogansi Bush Tetap Lebih Bicara ketimbang Logika

 Musthafa Abd Rahman dan Simon Saragih

 Ali Larijani, penasihat politik pemimpin spiritual Iran, Ali Khameni, seperti dikutip harian Asharq Al Awsat, Jumat (4/6), mengatakan, konflik Iran-Barat, khususnya AS, bisa diatasi dengan menganut prinsip egaliter. Akan tetapi, Presiden AS George W Bush tetap menyatakan opsi serangan militer ke Iran tidak dikesampingkan.

Pada Selasa lalu, Ali Akbar Velayati, penasihat urusan luar negeri Ali Khameni, mengungkapkan, Iran bersedia berunding soal paket kompensasi yang ditawarkan Barat untuk penghentian program nuklir Iran. Namun, ada gerakan oknum yang tidak menginginkan tercapainya kesepakatan apa pun antara Iran dan Barat.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Internasional | Leave a Comment »

Bongkar Mafia Perminyakan

Ditulis oleh Zamaahsari A. Ramzah di/pada Juli 6, 2008

[Jawa Pos, Minggu, 06 Juli 2008]

Ancang-Ancang Bongkar Mafia Perminyakan di DPR

Rizal Ramli tentang Penangkapan Aktivis dan Hak Angket BBM

 

Ketua Komite Bangkit Indonesia (KBI) Rizal Ramli terus memadang tajam kepada pemerintah. Bahkan, doktor ekonomi ini harus rela kehilangan posisi komisaris PT Semen Gresik karena sikap kritisnya itu. Bagaimana pandangannya tentang isu-isu politik aktual? Berikut wawancara dengan Candra Kurnia Harinanto dari Jawa Pos.

Bagaimana sikap Anda terhadap penangkapan sejumlah aktivis oleh pemerintah?

Ada upaya sistematis untuk memberikan stigma buruk kepada teman-teman yang memperjuangkan demokrasi. Kalaupun ada yang melakukan kekerasan, silakan ditindak dan diperiksa sesuai hukum yang berlaku. Tapi, jangan berikan stigma kepada orang-orang yang ingin memperjuangkan keadilan. Ini kan pola-pola Orba. Menurut kami, hal itu tidak benar.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita & Feature | Leave a Comment »

Bongkar Mafia Perminyakan

Ditulis oleh Zamaahsari A. Ramzah di/pada Juli 6, 2008

[Jawa Pos, Minggu, 06 Juli 2008]

Ancang-Ancang Bongkar Mafia Perminyakan di DPR

Rizal Ramli tentang Penangkapan Aktivis dan Hak Angket BBM

 

Ketua Komite Bangkit Indonesia (KBI) Rizal Ramli terus memadang tajam kepada pemerintah. Bahkan, doktor ekonomi ini harus rela kehilangan posisi komisaris PT Semen Gresik karena sikap kritisnya itu. Bagaimana pandangannya tentang isu-isu politik aktual? Berikut wawancara dengan Candra Kurnia Harinanto dari Jawa Pos.

Bagaimana sikap Anda terhadap penangkapan sejumlah aktivis oleh pemerintah?

Ada upaya sistematis untuk memberikan stigma buruk kepada teman-teman yang memperjuangkan demokrasi. Kalaupun ada yang melakukan kekerasan, silakan ditindak dan diperiksa sesuai hukum yang berlaku. Tapi, jangan berikan stigma kepada orang-orang yang ingin memperjuangkan keadilan. Ini kan pola-pola Orba. Menurut kami, hal itu tidak benar.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita & Feature | Leave a Comment »

Pemeriksaan Belum Sentuh Rekan Bulyan

Ditulis oleh Zamaahsari A. Ramzah di/pada Juli 6, 2008

[Jawa Pos, Minggu, 06 Juli 2008]

Korupsi di DPR

Pemeriksaan Belum Sentuh Rekan Bulyan

 

JAKARTA – Rekan-rekan Bulyan Royan di Komisi V DPR masih boleh bernapas lega. Sampai saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menemukan keterlibatan anggota DPR lain terkait tindakan penerimaan suap politikus PBR (Partai Bintang Reformasi) itu. ”Interaksi BR (Bulyan, Red) yang dilakukan adalah kegiatan sendiri,” ujar Ketua KPK Antasari Azhar dalam dialog hukum PDIP dengan ketua KPK dan ketua BPK di Hotel Sultan kemarin (5/7).

Pasca tertangkap tangan dengan barang bukti USD 66 ribu dan EUR 5.500 sekitar pukul 17.00 di Plaza Senayan Senin (30/6) lalu, Bulyan baru diperiksa sekali pada hari ‘H’ penangkapan. Tak sampai 24 jam pemeriksaan, Bulyan sudah digiring ke Rutan Polda Metro Jaya pukul 05.00 esok harinya. Pemindahan itu luput dari pantauan media.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita & Feature | Leave a Comment »