Bongkar Mafia Perminyakan
Ditulis oleh Zamaahsari A. Ramzah di/pada Juli 6, 2008
[Jawa Pos, Minggu, 06 Juli 2008]
Ancang-Ancang Bongkar Mafia Perminyakan di DPR
Rizal Ramli tentang Penangkapan Aktivis dan Hak Angket BBM
Ketua Komite Bangkit Indonesia (KBI) Rizal Ramli terus memadang tajam kepada pemerintah. Bahkan, doktor ekonomi ini harus rela kehilangan posisi komisaris PT Semen Gresik karena sikap kritisnya itu. Bagaimana pandangannya tentang isu-isu politik aktual? Berikut wawancara dengan Candra Kurnia Harinanto dari Jawa Pos.
Bagaimana sikap Anda terhadap penangkapan sejumlah aktivis oleh pemerintah?
Ada upaya sistematis untuk memberikan stigma buruk kepada teman-teman yang memperjuangkan demokrasi. Kalaupun ada yang melakukan kekerasan, silakan ditindak dan diperiksa sesuai hukum yang berlaku. Tapi, jangan berikan stigma kepada orang-orang yang ingin memperjuangkan keadilan. Ini kan pola-pola Orba. Menurut kami, hal itu tidak benar.
Tapi, kondisi lebih kondusif setelah ada penangkapan aktivis?
Memang pemerintah cukup canggih dengan menguber-uber aktivis dan memberikan stigma buruk. Para aktivis sibuk, sementara upaya untuk menyimpangkan tujuan hak angket sedang berlangsung.
Apa indikasi upaya penyimpangan hak angket itu?
Ada partai yang dulu menolak hak angket, sekarang malah pingin jadi ketua (panitia angket). Jadi, ada upaya sistematis membelokkan tujuan hak angket. Kami ingin hak angket itu dilaksanakan dengan baik untuk membenahi sektor migas kita. Sebab, tidak masuk akal, negara yang kaya dengan sumber daya alam justru malah menderita karena masalah migas. Indonesia adalah produsen gas terbesar di Asia Tenggara. Tapi, rakyat kita susah mendapatkan gas. Jadi, memang ada hal-hal yang tidak benar. Dengan hak angket ini, semua bisa terungkap secara transparan.
Apa kemungkinan terburuk jika partai pendukung pemerintah mengintervensi pelaksanaan hak angket?
Tentu saja ada upaya pembelokan tujuan hak angket. Sebab, akan dibuka secara transaparan semua pengelolaan migas di negeri ini. Kita ingin semua mafia yang menarik keuntungan dari impor migas Indonesia dibuka secara transparan. Bagaimana mereka (mafia) bisa hadir di Indonesia dalam suasana masyarakat yang sangat sulit ini. Sebab, mereka menyetorkan sebagian hasil dari kerja mafia itu kepada pusat-pusat kekuasaan. Itu rakyat harus tahu.
Siapa sebenarnya para mafia tersebut?
Ya, nanti kalau panitia angket memanggil, kami siap membongkar secara terbuka praktik-praktik mafia perminyakan. Siapa mafianya, siapa pendukungnya, dan sebagainya.
Bagaimana kalau nanti Fraksi Partai Golkar justru terpilih menduduki ketua panitia angket?
Saya kira, kalau kita semua mengawal, termasuk media, tidak ada yang tidak mungkin terjadi. Saya ingat pada awal pengajuan hak angket, semua pihak pesimistis bisa berhasil. Tapi, ketika media mengumumkan partai-partai yang menolak hak angket, akhirnya gol juga. Saya percaya kalau teman-teman di DPR ditantang hati nuraninya, minimal untuk kebaikan rakyat ini, mereka akan bersikap lebih baik. (roy)