Zamaahsari A Ramzah

Just another WordPress.com weblog

Kembali Ke Puncak

Ditulis oleh Zamaahsari A. Ramzah di/pada Juli 7, 2008

[Jawa Pos, Senin, 07 Juli 2008 ]

Hamilton Menang Satu Menit di Inggris

 

SILVERSTONE – Lewis Hamilton punya beban besar menjelang Grand Prix Inggris. Dia telah menjalani dua lomba buruk di Kanada dan Prancis, membuat berbagai kesalahan dan gagal meraih satu pun poin. Penggemarnya mulai meragukan, media mulai menghujat.

Di Sirkuit Silverstone kemarin, bintang McLaren-Mercedes itu berhasil membalik situasi. Di bawah guyuran hujan, dia mendominasi GP Inggris. Saking dominannya, Hamilton menang lebih dari satu menit di depan Nick Heidfeld, pembalap BMW-Sauber yang finis kedua. Saking dominannya, Hamilton meng-overlap hampir semua pembalap. Hanya Heidfeld dan Rubens Barrichello, pengemudi Honda di urutan ketiga, yang tidak di-overlap pembalap 23 tahun tersebut.

Dengan sukses ini, plus lomba buruk Ferrari, Hamilton pun kembali ke puncak klasemen pembalap. Dari urutan empat, Hamilton kini punya 48 poin, menyamai perolehan pasangan Kuda Jingkrak, Felipe Massa dan Kimi Raikkonen.

Dengan sembilan lomba tersisa, perebutan gelar F1 2008 pun kembali berlangsung supersengit. Apalagi, Robert Kubica (BMW-Sauber) di urutan keempat klasemen hanya tertinggal dua poin. Bahkan, Heidfeld di urutan kelima juga masih punya peluang, karena pembalap Jerman itu hanya tertinggal sepuluh poin.

Hamilton memulai GP Inggris dari posisi keempat. Rekan setimnya, Heikki Kovalainen, merebut pole position. Namun, begitu start di lintasan basah, Hamilton langsung melejit ke urutan dua. Tidak lama kemudian, dia mengambil alih pimpinan lomba. Sejak saat itu, praktis Hamilton tidak terganggu. Hanya sedikit kesalahan (melebar) sempat mengancam lombanya.

Usai lomba, Hamilton mengklaim kemenangan kemarin sebagai yang terbaik dalam karirnya. “Ini salah satu lomba paling berat yang pernah saya lalui. Ketika masih di lintasan, saya berpikir bahwa ini salah satu performa terbaik yang pernah saya tampilkan,” ucapnya.

Kondisi lintasan, lanjut Hamilton, sangatlah buruk. “Saya kesulitan melihat. Setiap melintasi tikungan pertama dan kedua saya harus membersihkan visor helm, lalu membuka dan menutupnya untuk sesaat (agar tidak mengembun, Red),” tuturnya.

Pada momen-momen akhir lomba, Hamilton mengaku merasakan luapan emosi luar biasa. “Saya melihat para penonton mulai berdiri. Saya pun berdoa dan terus berdoa agar mampu finis,” ungkapnya.

Begitu kemenangan diraih, Hamilton mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan penggemar. Sebab, mereka terus memberi support meski dia mengalami masa-masa sulit dalam beberapa pekan terakhir.

“Jujur, pagi ini (kemarin, Red) saya tidak merasa enak hati. Tapi, segalanya langsung membaik begitu sampai di sirkuit dan berbincang dengan keluarga. Saya juga bertemu beberapa anak dan penggemar di pintu masuk, dan mereka semua memberi saya banyak energi,” ceritanya. “Jadi, terima kaish banyak kepada para penggemar. Mereka luar biasa. Tanpa dukungan mereka saya tak mungkin ada di sini,” tambah Hamilton.

Bila Hamilton mulus dan berbahagia, tidak demikian dengan Ferrari. Felipe Massa membuat kesalahan berkali-kali, sehingga hanya mampu finis di urutan ke-13 dan tanpa poin. Raikkonen sempat mengancam Hamilton, tapi lantas membuat keputusan salah saat pit stop perdana. Waktu itu, di saat banyak pembalap lain memasang ban segar, Raikkonen memilih tidak mengganti ban.

Padahal, di tengah lomba hujan turun semakin deras. Yang gambling-nya tepat justru Barrichello. Ketika kebanyakan pesaing pakai ban intermediate (setengah basah), dia memilih ban full wet. Alhasil, di lomba nomor 262 dalam karirnya (rekor F1), Barrichello pun kembali merasakan podium. (aza)

 

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>